Waka Kurikulum SMK Bina Informatika Kota Bogor bantah adanya deskriminatif terhadap siswa

Kamis, Januari 10th 2019. | perspektif, smk

suryabogor. com. Perkembangan SMK Bina Informatika Kota Bogor yang begitu pesat kemajuan dalam KBM dan mutu kualitas SDMnya. namun ada saja pihak lain sengaja membuat motif di duga pencernaran brand school yang sengaja menjatuhkan reputasi sekolah ungkap waka kurikulum SMK bina informarika Nurhayati saat dikonfirmasi.

Yang tentunya akan berimbas kredibilitas SMK bina Informatika miring di mata masyarakat, melalui berbagai cara diantaranya adanya tawuran pelajar ( red non siswa SMK Informatika) didepan SMK Bina Informatika, agar masyarakat membuli siswa SMK Bina Informatika terlibat tawuran pelajar, ungkap Yayat Nurhayati, selaku Waka Kurikulum SMK Bina Informatika Kota Bogor

Masih penuturan Yayat, saat dikonfirmasi adanya pemberitaan di Medsos tentang hukuman terhadap siswa dengan melakukam push up sebanyak 25 kali, sedangkan siswa tersebut sedang menderita sakit tipes, pada akhirnya siswa tersebut setelah pulang kerumahnya menjadi drop, menurut berita dari Medsos keluarga siswa tersebut menghabiskan uang 500 ribu untuk biaya rumah sakit untuk mengobati anaknya.

Menurut Yayat, setiap sekolah mempunyai aturan kedisiplinan, apalagi SMK Bina Informatika, semua siswa dan guru mempunyai rasa tanggung jawab, dalam bentuk kedisiplinan yang harus diikuti oleh siswa dan guru, kami dari pihak sekolah sangat tau kondisi siswa, jadi tidak mungkin kami melakukan hal itu pada siswa yang mempunyai penyakit seperti itu, dan kami yakin dalam persaingan yang tidak sehat, akan terjadi seperti itu, dan kami juga tidak kaget, karena banyak isu untuk menjatuhkan nama baik SMK Bina Informatika.

Pihak SMK Bina Informatika, menerapkan aturan pada semua siswa, agar masuk sekolah pada jam 6.30, karena sebelum masuk ruang belajar ada apel bersama dengan doa dan himbauan pada semua siswa lebih dari 800 orang, untuk itu, aturan yang digunakan, agar semua siswa dapat melakukan pekerjaan PR yang belum diselesaikan dirumahnya.
Sebelum mengkhiri pembicaraanya, Yayat mengatakan, bahwa beredarnya berita di Medsos yang akan menjatuhka SMK Bina Informatika Kota Bogor adalah Hoax.

Sementara menurut Dodi Mulyawan., selaku kepala SMK Bina Informatika Kota Bogor mengatakan, setelah mendengar informasi yang disampaikan oleh awak Media, sangat terkejut, karena itu tidak benar, kalaupun ada permasalahanya seperti itu, saya akan bertindak tegas dan memecat guru tersebut, tegas Dodi.

Edi

Related For Waka Kurikulum SMK Bina Informatika Kota Bogor bantah adanya deskriminatif terhadap siswa